Mahasiswi Unhas Ditemukan Tewas di Belakang Gedung Kampus Gowa, Keluarga Tolak Autopsi

Gowa | BugisMakassar.Info – Misteri kematian seorang mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) di area kampus Kabupaten Gowa terus bergulir. Meski pihak keluarga secara resmi menolak proses autopsi terhadap jenazah korban, aparat kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian tetap berjalan optimal.

​Korban berinisial PTJ, mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur angkatan 2024, sebelumnya ditemukan tak bernyawa pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Tubuhnya ditemukan di area belakang Gedung Arsitektur Kampus Teknik Unhas, Gowa.

Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, mengonfirmasi bahwa penolakan autopsi tersebut disampaikan langsung oleh ayah kandung korban kepada penyidik kepolisian dan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

​”Pihak keluarga, dalam hal ini ayah kandung korban, telah menyampaikan penolakan autopsi secara resmi, disertai surat pernyataan tertulis dan dokumentasi video,” ujar Ipda Andi Muhammad Alfian kepada media, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan (sekuriti) kampus yang tengah melaksanakan patroli rutin di sekitar area Gedung Arsitektur.

​”Petugas sekuriti yang sedang patroli melihat sesosok perempuan dalam posisi tertelungkup di bagian belakang gedung. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Bontomarannu dan diteruskan ke Mapolres Gowa,” urai Alfian.

Mendapat laporan tersebut, Tim Inafis dan Resmob Polres Gowa langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan barang-barang pribadi milik korban dalam kondisi utuh dan lengkap di beberapa titik yaitu Rooftop Lantai 4 ditemukan tas milik korban yang berisi laptop dan area Sekitar Jasad: Ditemukan sepeda motor, kacamata, sepatu, dan telepon genggam (handphone) milik korban.

“Berdasarkan konfirmasi awal dari pihak keluarga, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang,” jelasnya.

Sesaat setelah ditemukan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh rekan-rekan dan keluarganya. Namun, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Agus Salim, Sungguminasa, Gowa.

Meski autopsi ditolak, Ipda Andi Muhammad Alfian mengungkapkan bahwa pemeriksaan fisik luar tetap dilakukan. Polisi menemukan adanya bekas luka pada tubuh mahasiswi tersebut.

​Kendati demikian, pihak kepolisian belum bisa berspekulasi mengenai penyebab pasti munculnya luka atau penyebab kematian korban, karena masih harus menunggu hasil resmi dari tim medis.

​”Memang benar ditemukan adanya luka pada tubuh korban, tetapi kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Saat ini kami masih menunggu hasil visum luar dari tim forensik Bid Dokkes Polda Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Guna membuat terang peristiwa ini, penyidik Satreskrim Polres Gowa telah memeriksa sedikitnya 11 orang saksi. Saksi-saksi tersebut terdiri dari rekan-rekan kuliah korban, petugas keamanan kampus, hingga pihak keluarga.

​”Isi voice note tersebut pada intinya menyampaikan pesan dari korban yang mengindikasikan bahwa dirinya akan melakukan tindakan yang dapat menghilangkan nyawanya sendiri,” ungkap Kanit Resmob. Sayangnya, saat saksi ANI tiba di lokasi, korban ditemukan sudah dalam posisi tergeletak di belakang gedung.

Di sisi lain, upaya polisi untuk mencari petunjuk lewat rekaman kamera pengawas sedikit terhambat. Berdasarkan koordinasi dengan pihak birokrasi kampus Unhas, kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi tidak menjangkau titik koordinat penemuan korban.

​”Kamera CCTV yang tersedia hanya menyorot ke bagian depan dan area dalam gedung, tidak ada yang mengarah langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) di bagian belakang,” pungkas Alfian.

​Salah satu saksi kunci berinisial ANI, membeberkan fakta krusial. ANI mengaku langsung bergegas ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima pesan suara (voice note) dari korban melalui aplikasi pesan singkat.

Hingga berita ini diturunkan, Satreskrim Polres Gowa masih terus melakukan pendalaman, mengumpulkan alat bukti, serta menyinkronkan keterangan para saksi demi memastikan motif dan Penyebab Kematian (PK) mahasiswi tangguh tersebut secara transparan.

Lp; zulaikha

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Trending

List Kategori