Makassar | BugisMakassar.Info – Suasana adat dan sejarah bernilai tinggi dipastikan akan mengguncang Kota Makassar dalam waktu dekat. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo, bersama Ketua DPD dan 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kota Makassar, resmi menyatakan kesiapan total mereka untuk menggelar peringatan besar masuknya Islam di Kerajaan Tallo.
Keputusan besar ini lahir setelah selesainya rapat pemantapan yang dirangkaikan dengan agenda silaturahmi antara jajaran ketua lembaga adat dari tingkat DPP, DPD, hingga DPC 15 kecamatan. Pertemuan krusial tersebut berlangsung khidmat pada Sabtu malam (16/05/2026) di Jalan Deppasawi, Maccini Sombala.
Acara tersebut turut dihadiri langsung oleh figur penting adat, Andi Irwan Daeng Mattutu Karaengta Buakana, yang merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) tertinggi pemangku adat Kesultanan Gowa.
Rapat pemantapan tersebut menghasilkan satu keputusan tegas: perayaan tahun ini akan digelar secara besar-besaran dan dibuka lebar untuk masyarakat umum.
Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026 mendatang ini diprediksi akan menjadi salah satu kirab adat terbesar di Sulawesi Selatan pada tahun 2026. Momentum ini dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah simbol kebangkitan identitas sejarah, adat, serta kejayaan Islam di tanah Gowa Tallo.
“Ini bukan acara biasa. Ini adalah panggilan sejarah. Warisan leluhur harus bangkit, dijaga, dan ditunjukkan kepada dunia!” tegas perwakilan Dewan Adat A. Iskandar Esa Daeng Pasore
Berdasarkan data yang dihimpun, rangkaian acara utama yang akan menjadi magnet perhatian publik meliputi:
• Kirab Benda Pusaka Kerajaan: Prosesi sakral dan bersejarah yang jarang disaksikan secara terbuka.
• Kirab Akbar 15 Kecamatan: Mobilisasi massa adat dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Makassar.
• Barisan Kehormatan: Pasukan adat Kerajaan/Kesultanan Gowa akan memimpin di garda terdepan barisan, yang kemudian disusul oleh pasukan kehormatan dari Kesultanan Tallo.
Ribuan peserta mengenakan pakaian adat diprediksi akan memadati rute kirab dan mengambil bagian dalam momen bersejarah ini. Seluruh masyarakat Makassar dan sekitarnya pun diundang secara terbuka untuk menyaksikan langsung dan menjadi saksi hidup dari pelestarian budaya ini.
laporan; zulaikha


























