Gowa | BugisMakassar.Info – Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa terus memperkuat benteng pertahanan melawan peredaran gelap narkotika. Melalui kegiatan Penyuluhan Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Narkoba, pihak Lapas menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan yang bersih dan kondusif bagi pegawai maupun warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Beriman ini dimulai pukul 10.45 WITA. Acara ini merupakan langkah konkret lanjutan dari Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Narkoba, Handphone Ilegal, dan Penipuan (Benar) yang telah dicanangkan sebelumnya.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, dalam sambutannya menekankan bahwa kesadaran kolektif adalah kunci utama pencegahan.
”Kami berharap seluruh peserta dapat memahami secara mendalam dampak buruk narkoba. Ini adalah upaya bersama untuk menjaga Lapas Perempuan Sungguminasa tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika dan pelanggaran hukum lainnya,” tegas Yohani.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, Lapas menghadirkan narasumber ahli dari berbagai instansi terkait:
• Iptu Firman (Kasat Res Narkoba Polres Gowa): Memaparkan kondisi darurat narkoba di Indonesia serta dampak negatifnya secara sosial dan hukum.
• Rosnifai (Perwakilan BNNP Sulawesi Selatan): Menjelaskan secara rinci efek samping medis dan psikologis dari penyalahgunaan zat terlarang.
Edukasi ini disambut antusias oleh para pegawai dan warga binaan. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, di mana peserta menggali lebih dalam mengenai cara membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan.
Kehadiran Kapolsek Bontomarannu, AKP Ardiansyah, bersama jajaran Bhabinkamtibmas dan Babinsa Timbuseng turut mempertegas sinergi aparat penegak hukum dalam mendukung program sterilisasi di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan adanya sosialisasi ini, Lapas Perempuan Sungguminasa berharap dapat mencetak warga binaan yang memiliki kesadaran tinggi untuk pulih dan memulai hidup baru tanpa bayang-bayang narkotika saat kembali ke masyarakat nantinya.
lp ; zulaikha
























